Tab Menu

Minggu, 17 April 2016

ProgMil Part 2 - Analisa Sperma

Pada sharing progmil kedua ini, saya akan berbagi tentang tes yang dilakukan oleh suami saya.

     Setelah beberapa pertimbangan dan tanya sana sini, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan progmil kami di Morula. Kami mendapat rekomendasi ke Dr. dr. Indra G. Mansur, DHES. Sp. And dan dr. Marly Susanti, Sp. OG, K.FER. Saya juga mencari tahu profil keduanya dan sudah banyak kah yang berhasil melakukan progmil dengan mereka melalui internet. Akhirnya kami memilih kedua dokter tersebut. Sebenarnya saya juga bisa langsung berkonsultasi ke dr. Indra, namun saya merasa kurang nyaman jika dokter kandungan saya laki-laki. Untuk itu, untuk konsultasi dan pemeriksaan suami di dr. Indra, sedangkan untuk konsultasi dan pemeriksaan saya ke dr. Marly.
  
Sumber: http://www.budhijaya.co.id/

     Kemarin, 16 April 2016 pagi, sekitar pukul 7.00 kami berangkat dari kawasan Pasar Minggu, menuju RSIA Sayyidah di daerah Pondok Kelapa Jakarta Timur. Berdasarkan referensi yang kami dapat, pada hari Sabtu dr. Indra praktik di rumah sakit tersebut. Pada hari Senin sebelumnya, suami menelepon pihak rumah sakit untuk mendaftar atau membuat janji.
Sumber: http://id.dokdokter.com/id/medicalcenter/-51/profile
     Kami sampai di rumah sakit tersebut sekitar pukul 8.15. Saat masih di Morula, kami sempat diberi tahu bahwa untuk melakukan analisis sperma (ansper) harus dilakukan pada pagi hari, sekitar sebelum pukul 10. Namun sesampai di rumah sakit, kami diberi tahu bahwa kami sudah kesiangan. Seharusnya kami datang paling siang jam 7, jika tidak hasil baru bisa diambil keesokan harinya. Rasanya langsung lemas. Kami sudah terburu-buru dan cukup lelah karena jarak yang kami tempuh cukup jauh, ditambah lagi kami hanya mengendarai sepeda motor. Akhirnya kami sedikit memelas, membujuk agar suami tetap bisa melakukan ansper pagi itu juga. Setelah ditanyakan ke bagian laboratorium, akhirnya kami diijinkan. Ohya, kok bisa kami langsung datang ke rumah sakit itu untuk melakukan ansper, padahal kami belum menemui dr. Indra? Karena kami menggunakan rujukan dari dokter dari Morula. Walaupun begitu, mereka tidak meminta surat kami :-)
     Setelah mengisi form pendaftaran, kami menuju ke laboratorium di lantai 2 dengan membawa form pemeriksaan laboratorium yang diberikan di bagian pendaftaran tadi. Di laboratorium, suami mengisi beberapa data/identitas. Kami bertanya pada bagian laboratorium, berapa lama pengerjaan untuk hasil ansper ini? karena kami membutuhkan hasilnya pada siang harinya, dikarenakan dr. Indra praktik pukul 2 siang, sedangkan kami mendapat urutan nomor 2. Setelah dia sedikit berbelit dan kami desak, dia menjawab sekitar 1 jam pengerjaan (aduuh..dari tadi jawabnya muter-muter. dipendaftaran tadi juga seperti itu). Jadi, pukul 2 siang nanti kami sudah bisa mengambil hasilnya, dan membawanya ke dr. Indra untuk dikonsultasikan.
     Kemudian kami di arahkan ke sebuah ruangan berukuran 2,5 x 3 meter yang di dalamnya terdapat sebuah tempat tidur, washtafel, pendingin ruangan/AC, serta terhubung langsung dengan kamar mandi pribadi. Kami diberi sebuah toples kecil dimana didalamnya terdapat gelas kaca yang ukurannya tentu lebih kecil dan ditutup dengan aluminium foil untuk tempat penampungan sperma yang telah dikeluarkan. Ditambah fasilitas pula handuk dan shampoo untuk mandi setelahnya (seperti hotel saja). Tidak lupa pihak lab berpesan, bahwa kami harus mengingat waktu keluar si sperma. Mungkin dikarenakan si sperma tidak bisa bertahan lama hidup diluar tubuh.
     Sperma yang dikeluarkan suami melalui masturbasi,sekitar pukul 8.50, kemudian ditampung di gelas tadi. Kami sempat berpikir, bahwa tidak biasanya sperma yang dikeluarkan jumlahnya segitu. Kami belum pernah menampung sebelumnya, namun feeling kami biasanya bisa lebih banyak dari itu. Sedangkan indikator normalnya adalah 2 ml.
     Setelah cairan sperma kami serahkan pihak lab, kami tetap berada disana, menunggu hingga hasilnya selesai. Kami tidak mungkin untuk pulang kembali ke rumah, karena jaraknya yang cukup jauh.
     Dan waktu pengambilan pun tiba, sekitar pukul 2 siang, sebelum kami mengantri ke dr. Indra, kami mengambil hasil ansper suami ke lab. Kami belum tahu bagaimana bentuk/susunan hasil dari ansper itu sendiri. Ketika kami diberi kertas hasilnya, kami langsung melihat hasil dan perbandingan normalnya. Semua normal dan bagus, tanpa melihat nama dari hasil lab tersebut. Kami langsung menuju pendaftaran lagi, untuk menyerahkan hasil ansper suami dan disatukan dengan berkas suami yang lain. Saat suami duduk, saya meminjam hasil ansper lagi untuk saya baca-baca. Dan terkejut, karena hasil tersebut bukan milik suami. Tapi milik pasien lain. (kok bisa?) Langsung suami menuju pendaftaran lagi, untuk mengecek apakah hasil yang ada pada mereka sama. Dan ternyata benar, hasilnya tertukar. Suami menukar kembali hasil ansper ke lab. Saya sudah merasa ada yang kurang baik dari awal.
     Tidak lama, kami dipanggil dan masuk ke ruangan dr. Indra. Kami sampaikan maksud kami, dokter mengecek hasil ansper suami, dan ternyata... hasilnya cukup kurang baik.
- Jenis pergerakan spermatozoa: bergerak lurus --> cepat : 5 % (N: 25%)
- Pergumpalan spermatozoa : positif +++++ (N: Negatif dan Positif 1)
Suami sempat di periksa sebentar, saya kurang tahu karena mereka masuk ke sebuah sudut ruangan yang dikelilingi oleh korden.
     Kemudian suami diberi resep vitamin yang harus diminum selama 1 bulan, dan setelah obat tersebut habis, suami supaya melakukan ansper ulang, untuk melihat hasilnya kembali,lebih baik atau tidak. Baru kemudian akan dilakukan tindakan berikutnya. Untuk pemeriksaan pertama, cukup kaget, menguras tenaga dan perasaan. Tapi tidak apa, sabar, inilah usaha. Semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik.

Sebagai informasi, berikut rincian biaya di RSIA Sayyidah:
1. Administrasi Pendaftaran Pasien 0,-
2. Biaya Laboratorium: Analisis Sperma Lengkap Rp. 475.000,-
3. Biaya Tindakan: Konsultasi dr. Indra Rp. 285.000,-

     Kami tidak menebus resep obat/vitamin di RS tersebut, karena setelah kami meminta rincian biaya, mencapai sekitar 2,4 jutaan. Kami sempat berkenalan dengan sepasang pasien lain yang sudah lama berobat dan berkonsultasi di RS tersebut, mereka menganjurkan untuk tidak menebus resepnya disana. Mereka juga memberi saran tempat yang menjual obat dengan harga yang lebih miring dari harga di RS. Dan benar saja, hari ini kami pergi ke Pasar Pramuka, di sana pusatnya obat-obatan dan alat kesehatan. Harga yang mereka tawarkan adalah harga grosir, sehingga resep kami bisa ditebus dengan harga sekitar 1,2 juta.
     Sekian sharing promil part 2, semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi orang lain, dan nantikan tulisan saya berikutnya. Minggu depan, saya akan sharing tentang konsultasi saya ke dr. Marly.

Minggu, 10 April 2016

ProgMil Part 1

     Mungkin bagi yang sudah membaca posting-an saya sebelumnya, sudah mengetahui berapa lama saya telah menikah. Yaa.. pada bulan April ini, pernikahan saya dengan suami sudah memasuki usia 2,5 tahun. Sedangkan masih saja proposal anak yang kami ajukan kepada Sang Pencipta belum juga di acc oleh-Nya, alias belum ada buah hati disela-sela kehidupan pernikahan kami.
     Nah, pada posting-an saya kali ini, saya ingin berbagi tentang pengalaman program hamil (ProgMil) yang sedang saya lakukan. Dari awal usia pernikahan kami, kami tidak pernah menunda kehamilan, atau bahkan menggunakan alat kontrasepsi apapun. Saya pun juga belum pernah hamil sebelumnya.
     Keinginan kami untuk punya anak sangat besar, terlebih saya sebagai perempuan. Tapi suami selalu menguatkan. Meskipun dia juga sangat ingin untuk mempunyai keturunan dari hasil pernikahan kami, tapi dia tidak pernah menuntut saya.
    Selama kurang dari 2,5 tahun kami sudah pernah berkunjung ke Dokter kandungan sebanyak 4 kali. Terhitung 2 kali ketika masih di Blitar dan 1 kali ketika saya mengunjungi suami di Jakarta. Saat itu, 3 kali kunjungan itu saya lakukan saat usia pernikahan masih belum genap 10 bulan. 2 kali di Blitar, hanya intensif menyorot keputihan yang pernah saya alami. Dan hingga 2 kali kunjungan, keputihan yang saya alami juga belum kunjung sembuh total. Pertanyaan saya saat itu, kapan saya bisa konsultasi kehamilan? Akhirnya saya tidak melanjutkan pengobatan ke Dokter tersebut.
     Pada usia pernikahan 7 bulan (Mei 2014), saat itu saya sedang mengunjungi suami di Jakarta. Saudara di Jakarta sudah mulai menanyakan, sudah periksa atau belum, kenapa sampai sekarang belum hamil juga. Dan kami jawab apa adanya. Akhirnya kami didesak untuk segera periksa dan konsultasi ke Dokter. Pergilah kami ke RS JMC di daerah Warung Buncit. Kami datang kemudian langsung mendaftar dan mendapat nomor antrian. Kami berangkat dari rumah selepas sholat Magrib, karena Dokter tersebut buka praktik jam 18.30. Sebelum jam praktik buka, kami sudah sampai di RS tersebut. Saya menunggu Dokter tersebut dengan perasaan cukup gugup. Namun Dokter tersebut baru datang sekitar jam 19.20. OK, gak masalah. Tinggal nunggu antrian.
     Tidak sampai 30 menit setelah kedatangan sang Dokter, kami pun di panggil. Saya dan suami masuk ke ruang praktik Dokter tersebut berdua. Seperti biasa, kita masuk langung disambut oleh Dokter dengan pertanyaan "Yaa.. Ada apa ini, ada masalah apa?". Kami pun menjawab ingin ProgMil. Kemudian sang Dokter bertanya kembali "Sudah menikah berapa lama?". Kami menjawab 7 bulan. Sang Dokter tertawa "Aaah masih 7 bulan. Nanti saja kembali lagi kalau sudah 2 tahun.". Saat itu juga, rasanya seperti dijatuhkan dari ketinggian. Mungkin dari pandangan Dokter kandungan, itu hal biasa jika masih usia dibawah 1 tahun belum kunjung hamil. Tapi bagi saya tidak. Seseorang akhirnya memutuskan untuk menikah, salah 1 tujuannya adalah karena ingin mempunyai keturunan. Dengan mudahnya Dokter tersebut mengatakan itu. Hal itu langsung menjatuhkan mental saya.
     Namun, agar kedatangan saya di sana tidak sia-sia, akhirnya saya di USG menggunakan Transvaginal ultrasound. USG jenis ini juga baru pertama kali saya lakukan. Bagi yang belum mengetahuin apa itu Transvaginal ultrasound, bisa gugling :-) Selanjutnya saya masih berharap Dokter mau menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Namun jawabannya selalu "Itu sudah termasuk treatment." Dokter hanya menjelaskan bahwa di rahim saya tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan seperti kista, miom, dan lain sebagainya.
     Sepulang dari RS, saya cukup kecewa dengan tanggapan dari Dokter. Hingga akhirnya pengalaman tidak menyenangkan itu membuat saya trauma pergi ke Dokter Kandungan hingga terakhir bulan Maret kemarin.

     Beberapa bulan yang lalu, di kantor suami diadakan Health Talk. Suami mendapat door prize dari penyelenggara, yaitu Morula IVF, salah satunya berupa voucher konsultasi dan USG dengan Dokternya di sana. Kami baru memutuskan untuk pergi ke Morula awal bulan Maret kemarin. Itupun setelah menunggu cukup lama.

Sumber: http://www.morulaivf.co.id/

     Pada akhir bulan Februari 2016, kami memutuskan untuk mulai memeriksakan kesehatan reproduksi kami. Sebagai langkah awal, kami ingin menggunakan voucher yang telah kami miliki. Sayang jika tidak digunakan. Kami hanya mengetahui sekilas tentang Morula. Yang kami tahu juga, tidak sedikit orang yang berhasil hamil dengan melakukan ProgMil di Morula. Kami tidak mengetahui berapa biaya atau kategori biaya di sana.
    Dengan keterbatasan informasi, kami pergi ke sana. Mendaftar dan menanyakan Dokter wanita siapa saja yang sedang praktik. Kami memilih salah satu diantaranya. Hanya mengantri beberapa saat. Padahal di sana banyak sekali orang yang sedang mengantri, kebanyakan diantaranya antri diperiksa. Pikir saya, biasanya kalau Dokter yang pasiennya sedikit itu kurang favorit (*menurut pemikiran saya sendiri). Tapi tidak mengapa.. Jika kami cocok dengan Dokter dan biaya disana, akan kami lanjutkan, namun jika tidak cocok, maka kami akan pindah ke tempat lain.
     Seperti biasa, sambutan pertama kali Dokternya sama seperti sebelumnya. Ditanya "Mau ngapain  & berapa lama nikah". Tidak panjang lebar, saya langsung diminta untuk dilakukan USG Transvaginal lagi. Dan lagi-lagi jawabannya masih sama. Dikatakan rahim saya bersih, tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan atau berbahaya. Kemudian saya diberi pengantar untuk melakukan Hysterosalpingogram (HSG), intinya tujuan HSG ini untuk mendeteksi apakah saluran tuba saya normal (terbuka) atau tidak (tersumbat, lengket, atau sejenisnya) dan resep vitamin. Sedangkan untuk suami diberi pengantar untuk melakukan Analisis Sperma (Ansper).
     Dalam konsultasi kali ini berlangsung cepat, karena dikatakan dari hasil USG rahim saya bersih. Dan untuk langkah berikutnya, kami harus melakukan HSG dan Ansper. Kemudian sebelum kami menuju ke kasir, kami diarahkan ke suatu bagian, saya lupa tempat itu bagian apa. Di sana dilakukan pengecekan berkas/apa saja yang diberikan Dokter untuk saya. Di sana pula akan dijadwalkan kapan saya akan melakukan HSG dan juga Ansper untuk suami. HSG dilakukan antara hari ke-9 sampai hari ke-12 dari awal menstruasi, sedangkan untuk Ansper bisa dilakukan kapan saja, dengan syarat tidak boleh berhubungan suami istri selama 3-5 hari, dan dilakukan pada pagi hari sekitar jam 8-9. Namun sebelum dijadwalkan, kami menanyakan berapa kisaran biaya untuk tes tersebut. Saya lupa untuk biaya HSG di Morula (RS Bunda Jkt), sedangkan jika biaya Ansper sebesar Rp 350.000. Kemudian setelah setelah saya dan suami berunding, kami memutuskan untuk tidak dijadwalkan melakukan tes di sana dengan alasan tes tersebut tersebut terlalu mepet dan bertepatan dengan hari kerja. Selain itu, kami juga pertimbangan dengan biaya yang tidak sedikit.
     Kemudian di Apotek, kami juga tidak menebus resep dari Dokter. Kami langsung menuju kasir. Berikut rincian biaya dari konsultasi yang telah kami lakukan di Morula:
1. Clinic Administration Fee Rp 60.000
2. New Patient Additional Fee Rp 35.000
3. Patient Medication Record Book Rp 25.000
4. Consultation and Treatment Fee Rp 475.000
Kami hanya dikenakan biaya sebesar Rp 120.000, karena pada point ke-4, kami menggunakan voucher yang telah saya sebutkan di atas.

    Jadi kesimpulan konsultasi Progmil kami yang pertama Alhamdulillah rahim saya bersih, dan bisa lanjut ke HSG dan Ansper

Jangan lupa ikuti sharing progmil saya selanjutnya.

Rabu, 02 Maret 2016

Tempat Wisata di Blitar yang Patut Dikunjungi


1. Makam Bung Karno

Siapa yang tidak mengenal Ir. Soekarno atau lebih dikenal dengan nama Bung Karno? Beliau adalah Presiden RI pertama yang telah berjasa membawa negara kita Indonesia meraih kemerdekaan. Beliau meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada usia 69 tahun. Namun beliau dimakamkan di kota Blitar.
Makam Bung Karno berada di Jl. Ir. Soekarno, Kel. Bendogerit, Kec. Sanan Wetan, Kota Blitar.


Masih satu kompleks dengan makam Bung Karno, pada tahun 2004 dibangun perpustakaan dan museum Bung Karno.


2. Istana Gebang

Istana Gebang adalah rumah masa kecil Ir. Soekarno. Lokasi Istana Gebang berada di Jl. Hasanudin Kota Blitar. Jaraknya tidak jauh dari makam Bung Karno. 


3. Monumen PETA

Monumen PETA merupanan monumen yang dibangun untuk memperingati kejadian bersejarah yang terjadi tahun 1945, di mana saat itu Kota Blitar merupakan pusat terjadinya pemberontakan tentara PETA melawan tenatara Jepang yang dipimpin oleh Soedanco Soepriyadi. Untuk menghormatinya dibangun sebuah monumen yang terletak di depan bekas markas PETA, tepatnya di Jl. Soedanco Soepriyadi, Kota Blitar.

4. Kebon Rojo

Kebon Rojo adalah sebuah taman hiburan dan rekreasi keluarga yang merupakan kompleks Rumah Kantor Walikota Blitar, dan disediakan untuk masyarakat umum / wisatawan secara gratis. Di taman terdapat beberapa jenis hewan yang sengaja dipelihara di satu daerah tertentu seperti rusa, monyet dan burung merak.
Tempat ini juga merupakan taman bermain anak-anak sebagai salah satu fasilitas, disediakan pula tempat bersantai, patung hewan dan ornamen yang melekat pada area panggung apresiasi bagi para seniman dengan latar belakang tugu peringatan Satu Abad Bung Karno. Di tengah kawasan Kebon Rojo terdapat air mancur dan berbagai jenis tanaman langka yang berfungsi sebagai paru-paru kota.
Kebon Rojo berada di Jl. Diponegoro atau tepatnya di depan SMAK Diponegoro Kota Blitar.

5. Pemandian Sumber Udel

Pemandian Sumber Udel ini terletak di pinggiran kota Blitar, tepatnya berada di Jl. Kali Brantas, Kel. Bendo, sekitar 100 M dari stadion Soepriyadi Kota Blitar. Pemandian Sumber Udel memiliki kolam renang standart nasional karena mempunyai 2 jenis kolam renang, yaitu kolam renang untuk anak-anak dan kolam renang untuk orang dewasa. Terdapat juga water boom dengan kedalaman antara 100 sampai 150 cm. Di sebelah selatannya terdapat kolam renang untuk lomba, lengkap dengan fasilitasnya beserta tempat duduk penonton. Sedangkan di sebelah timur terdapat area permainan air anak anak.
Kolam renang Sumber Udel ini juga mempunyai beberapa fasilitas antara lain, taman bermain, panggung gembira dan persewaan untuk alat-alat renang. Secara keseluruhan tempat ini cukup bagus dan sangat cocok sebagai tempat wisata keluarga.

6. Desa Wisata Karangsari

Desa Karangsari, Kecamatan Sukorejo merupakan desa wisata yang terkenal dengan belimbingnya, hal ini pula yang menjadikan kota Blitar mejadi populer sebagai penghasil tanaman buah yang manis asam ini.
Berbeda dengan belimbing pada umumnya, belimbing Karangsari memiliki keistimewaan dari segi ukuran, warna dan tentu saja rasa. Belimbing Karangsari memiliki ukuran yang lebih besar dari belimbing biasa, dengan warna kuning kemerahan yang mencolok dan rasa yang dominan manis. Belimbing Karangsari selalu menjadi agenda yang akan dicari sebagai oleh-oleh saat wisatawan berkunjung ke Blitar.

7. Penangkaran Rusa Maliran

Wana Wisata Maliran adalah sebuah kawasan wisata alam milik Dinas Perkebunan dan Perhutanan Kabupaten Blitar yang juga merupakan tempat penangkaran rusa. Dulunya kawasan ini hanyalah kawasan hutan pangkas dan persemaian saja, amun sekarang di sini digunakan sebagai penangkaran rusa. Di sini ada sekitar 200 ekor populasi rusa yang terpelihara dengan baik.
Lokasi Wana Wisata Maliran terletak di kawasan Hutan Maliran, Kec. Ponggok, Kab. Blitar. 

8. Candi Penataran

Candi dengan latar belakang agama Hindu ini telah berdiri sejak kerajaan Kediri. Berada pada ketinggian 400 m dpl, terletak di Desa Penataran Kec. Nglegok, Kab Blitar.
Kompleks Candi Penataran adalah yang terbesar di Kab. Blitar. Luas lahannya sekitar 180 x 130 meter dan dibagi menjadi 3 kawasan. 1). Kawasan pertama terdapat 6 bangunan yaitu Bale Agung, Candi Agka Tahun, Batur Pndopo, dan 3 Miniatur Candi. 2). Kawasan berikutnya Candi Naga. 3). Kawasan ketiga terlihat candi induk dengan ukuran panjang 32,5 meter, lebar 29,7 meter, dan tinggi 7,2 meter.

9. Kolam Renang Penataran

Kolam pemandian/renang penataran masih berada dalam kompleks candi penataran.
Tiket masuk kolam renang sangat murah dengan fasilitas yang cukup lengkap mulai dari kolam balita, kolam anak dengan taman bermain, dan kolam dewasa dengan kedalaman yang beragam. Kamar ganti dan kamar mandi yang bersih, kantin, dan gazebo untuk tempat bersantai juga ada. Selain kolam renang juga ada kolam ikan dengan persewaan perahu untuk keluarga.

10. Candi Sawentar

Candi Sawentar terletak di Desa Sawentar, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar. Di dalam Kitab Negarakertagama, Candi Sawentar disebut juga Lwa Wentar. Komplek Candi Sawentar ini berada pada lahan seluas 1.565 meter persegi. Bisa dibilang unik, sebab bangunan candi ini seolah berada di kolam. Sehingga meski sebenarnya cukup tinggi, karena berada sekitar 4 meter di bawah permukaan tanah, tidak terlihat menjulang.
Bagian atas candinya saja yang terlihat setinggi satu meter dari jalan datar (gapura candi). Tubuh candi berdiri di atas batur seluas 7 x 7 m2, dengan tinggi sekitar 1,5 m. Tinggi candi sampai ke puncaknya mencapai 10,65 m. Tubuh candi lebih kecil ukurannya dibandingkan dengan kakinya, sehingga terbentuk selasar sempit di sekelilingnya. Pintu candi terletak di sisi barat, diapit oleh relung kecil di kiri dan kanannya.

11. Sirah Kencong

Sirah Kencong merupakan nama sebuah daerah di Perkebunan Teh Bantaran Wlingi. Adapun wisata alam yang biasa dikunjungi oleh wisatawan antara lain Perkebunan Teh dan Air Terjun Sirah Kencong. Meski di area ini juga terdapat candi, namun kurang begitu menarik wisatawan. 



12. Rambut Monte

Wisata Rambut Monte merupakan wisata alam yang terdapat sebuah telaga, candi, petilasan atau tempat untuk bermeditasi dan di latar belakangi dengan pemandangan yang hijau dari perkebunan teh dan sawah warga setempat, yang terhampar sepanjang perjalanan menuju lokasi wisata ini.
Wisata Rambut Monte terletak di Desa Krisik, Kec. Gandusari, Kab. Blitar. Candi yang terdapat di lokasi Rambut Monte ini merupakan tempat pemujaan bagi penganut agama Hindu pada jaman Kerajaan Majapahit. Di bawah candi terdapat sebuah telaga yang dihuni oleh ikan, yang oleh warga sekitar di sebut dengan Ikan Dewa.
Di pinggiran telaga disediakan sebuah gazebo untuk beristirahat dan menikmati keindahan alam di sekitar telaga. Keindahan lokasi Rambut Monte ini kian bertambah dengan pantulan warna air dalam danau yang jernih kehijauan dan cenderung ke toska. Pengunjung tidak diperbolehkan untuk berenang di area telaga yang berisi ikan Dewa, tetapi terdapat kolam tersendiri untuk pengunjung berenang menikmati hijaunya alam di Rambut Monte.

13. Kampung Coklat

Kampung coklat berada di Jl. Banteng Blorok 18 Desa Plosorejo Kec. Kademangan, Kab. Blitar. Kampung coklat Blitar memang bisa dibilang menarik, karena memanfaatkan gudang dan kebun coklat sebagai tempat wisata untuk keluarga yang belum ada di sekitar Blitar.


14. Pantai Tambak Rejo

Pantai Tambakrejo terletak di Desa Tambakrejo, Kec. Wonotirto, Kab. Blitar. Pantai Tambakrejo merupakan pantai yang banyak dikunjungi di Kabupaten Blitar, dengan pemandangan yang indah, pantai yang cukup bersih, air laut yang biru dan pasir putih yang terbentang menjadi sebuah teluk dengan panjang sekitar 10 Km. Ombak pantai Tambakrejo pun tidak terlalu besar, sehingga aman untuk bermain-main atau bahkan mandi di pantainya khususnya pada saat menjelang sore di mana air pantai sudah mulai surut.

15. Pantai Pasur

Pantai Pasur adalah pantai paling ujung barat di Kab. Blitar dan menjadi batas antara Kab. Tulungagung dan Kab. Blitar. Secara adminitratif Pantai Pasur terletak di Desa Bululawang, Kec. Bakung, Kab. Blitar.

16. Pantai Pangi

Pantai Pangi berada di dusun Krajan, desa Tumpakkepuh, Kec. Bakung, Kab. Blitar, sekitar 45 km dari kota Blitar atau bisa di tempuh sekitar 90 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor.

17. Gua Embultuk

Goa Embultuk berada di desa Tumpakkepuh, Kec. Bakung, Kab. Blitar. Merupakan satu – satunya gua di Blitar yang mempunyai keunikan stalagmitnya pada para wisatawan. Wisata gua ini selalu ramai dikunjungi oleh banyak turis, terutama pada liburan sekolah. Dipenghujung perjalanan dalam gua ini kita akan rehat disebuah kubah yang menyerupai sebuah aula yang besar dimana bisa menampung ribuan orang didalamnya. Konon gua ini dulunya pernah menjadi tempat persembunyian gerakan sebuah partai terlarang (PKI)


18. Pantai Pasir Putih/Gondo Mayit

Lokasinya Pantai Gondo Mayit tidak terlalu jauh dari Pantai Tambakrejo, pantai ini terletak di sisi timur Pantai Tambakrejo. Untuk mencapai pantai ini, kita akan melewati bukit dan menyebrangi sungai. Pantai ini masih sepi dan alami dibandingkan pantai lainnya di Blitar, keindahan yang disuguhkan sangat luar biasa.

19. Pantai Serang

Pantai Serang berada di desa Serang, Kec. Panggungrejo, Kab. Blitar. Sama seperti kebanyakan pantai di Blitar, pantai Serang pun menjadi pantai yang dipakai untuk ritual tradisional Larung Saji saat tanggal 1 Suro.
Pantai Serang merupakan satu komplek pantai yang terdiri dari 3 kawasan. Pantai ini memiliki hamparan pasir putih yang landai dengan ombak yang tidak begitu deras. Dahulu di sekitar pantai ini dipenuhi oleh batu-batuan putih yang indah, warga sekitar menyebutnya dengan batu Lintang karena model batunya yang putih berkilauan.
Selain pantai utama tempat diadakannya upacara larung saji, bila kita menelusuri jalan setapak yang melintasi bukit disebelah barat maka akan sampai pada pantai kedua dengan pasir putih yang tidak terlalu luas bila dibandingkan dengan pantai yang pertama.
Bila perjalanan diteruskan menyusuri jalan setapak ke arah barat, setelah mendaki bukit yang tidak begitu terjal, maka akan sampai pada pantai ketiga dan paling luas diantara pantai-pantai sebelumnya dengan hamparan pasir putih yang yang indah dengan jarak lebih dari 5 km yang landai dengan ombak yang tidak begitu deras.

20. Pantai Peh Pulo

Pantai Peh Pulo ini terletak di daerah Panggung Rejo, Kab. Blitar. Cukup jauh dari pusat kota Blitar dan sedikit susah untuk bisa sampai ke lokasi Pantai Peh Pulo. Selain kita harus melalui kawasan perbukitan dan hutan yang ada di wilayah Kec. Panggungrejo, ruas jalan menuju ke lokasi pantai sebagian masih berupa jalan makadam yang licin. Kita bisa langsung menuju tepi pantai dan bermain air. Ombaknya tidak begitu besar, sebab agak ke tengah dari tepi pantai, berjajar pulau-pulau kecil yang seolah membentengi pantai dari gempuran ombak.

21. Pantai Jotosutro

Pantai Jolosutro berada di desa Ringenrejo, Kec. Wates, Kab. Blitar. Pantai Jolosutro merupakan pantai bagian dari kawasan Laut pantai Selatan yang dominan memiliki ombak laut selatan yang besar dan sangat indah, oleh sebab itu sangat dilarang bagi wisatawan untuk mandi di pantai ini.
Pantai Jolosutro terletak di sebuah teluk kecil yang diapit perbukitan dengan garis pantainya yang panjang berpasir hitam. Sementara itu, bagian tengah pantai menyimpan butiran pasir hitam yang serupa. Pantai Jolosutro sangat cocok untuk rekreasi keluarga, karena terdapat pemandangan alam yang sangat indah dan pasir yang sangat halus di sepanjang pantai. Air yang kebiruan dan angin laut yang menyapa para wisatawan juga menjadi bagian yang unik dari pantai ini.

22. Soko Adventure

Soko Adventure merupakan tempat wisata bagi wisatawan yang suka tantangan, tempat ini terletak di Desa Tegalasri, Kec. Wlingi, Kab. Blitar. Petualangan arum jeram di tempat ini bisa di lakukan di dua sungai yaitu sungai Tiko dan Sungai Lekso sepanjang melakukan arung jeram para wisatawan juga dimanjakan dengan pemandangan alam pedesaan yang eksotis.
Selain rafting, kayaking dan tubing juga bisa dilakukan di tempat ini, dengan peralatan yang lengkap dan di dampingi tenaga tenaga profesional yang akan memberikan rasa aman saat malakukan petualangan, untuk lebih menarik para wisatawan di tempat ini juga menyediakan berbagai macam fasilitas lainnya seperti Area Outbound, Camping Area dan Café.

23. Air Terjun Tirto Galuh 

Kedung Malang, awalnya tempat ini dikenal dengan nama Tirto Galuh. Wisata populer di Blitar ini terdiri dari susunan bebatuan di sungai yang membentuk air terjun ini memang menawarkan keindahan tersendiri. Tidak heran kalau banyak yang datang ke sini. Sangat tidak disaranakn untuk datang ke tempat ini ketika daerah sini hujan deras, takutnya akan ada air bah / banjir bandang yang bisa datang sewaktu-waktu. Kedung Malang / Tirto Galuh berlokasi di Bakung, Kab. Blitar.

24. Air Terjun Jurug Bening

Lokasi Air Terjun Jurug Bening ada di Dusun Sumberdadi, Desa Purworejo, Kec. Wates, Kab. Blitar. Aliran airnya tidak terlalu deras, tapi memiliki bentuk yang unik karena terpecah oleh bebatuan. Kekontrasan air dengan bebatuan hitam kelam juga tampak indah. Keanekaragaman flora disisi tebing yang mengapit jurug memberikan warna yang melengkapi lukisan nyata ini.

25. Air Terjun Genjreng

Lokasi Air Terjun Grenjeng ada di Desa Balerejo, Kec. Panggungrejo, Kab. Blitar. Air terjun yang unik. Meski berada di Blitar selatan, air terjun ini kurang mencerminkan ekosistem kars yang lazim dijumpai di wilayah tersebut. Bukanlah tebing kapur yang akan kita jumpai di sini, melainkan tebing breksi hitam yang kokoh.

26. Air Terjun Coban Wilis

Lokasinya berada di kawasan Gunung Kelud atau di Kampung Wisata Ekologis Semen Gandusari, tepatnya di Desa Semen, Kec. Gandusari, Kab. Blitar. Air terjun ini tidak mudah untuk dicapai karena anda harus berjalan kaki naik dan menuruni 5 bukit sekitar 2 jam, selama di perjalanan menuju air terjun ini anda akan menemukan dua air terjun yang tidak bisa anda capai.

27. Monumen Trisula

Monumen Trisula merupakan salah satu monumen / tugu bersejarah di Blitar selatan, tepatnya di Desa Bakung, Kec. Bakung, Kab. Blitar. Monument Trisula diresmikan tanggal 18 Desember 1972 oleh M. Yasin yang saat itu menjabat sebagai Letnan Jendral TNI AD dan bertugas sebagai “Deputy Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat”.

Sumber:
http://www.pergiberwisata.com/16-obyek-wisata-di-blitar-yang-patut-dikunjungi.htm
http://www.telusurindonesia.com/20-info-lengkap-tempat-wisata-di-blitar-jawa-timur.html/3
http://tempatwisataseru.com/tempat-wisata-di-blitar/
https://mblitar.net/berkunjung-ke-istana-gebang-yang-penuh-dengan-kenangan-bung-karno/
http://www.eastjava.com/tourism/blitar/ina/peta-monument.html
http://www.eastjava.com/tourism/blitar/ina/kebunrojo.html
http://www.eastjava.com/tourism/blitar/ina/sumberudel.html
http://www.eastjava.com/tourism/blitar/ina/karangsari.html
http://tekooo.com/penangkaran-rusa-maliran/
http://trip-paper.blogspot.co.id/2015/08/wisata-kolam-renang-penataran-blitar.html
https://mblitar.net/wisata-keluarga-perkebunan-teh-dan-air-terjun-sirah-kencong/
http://www.eastjava.com/tourism/blitar/ina/rambutmonte-temple.html
https://mblitar.net/wisata-edukasi-kampung-coklat-di-blitar/
http://nulspounya456789.blogspot.co.id/2015/06/pantai-pasur-blitar.html
http://www.eastjava.com/tourism/blitar/ina/serang-beach.html
https://mblitar.net/pesona-air-terjun-tirto-galuh-kedung-malang/

Jumat, 26 Februari 2016

Membaca

 

Saya bukan orang yang suka baca. Bahkan tidak hobi baca.
Membaca buku pelajaran saja dilakukan karena tuntutan alias terpaksa. Apalagi disuruh baca buku-buku bacaan seperti novel. Membukanya saja sudah membuat mata saya ini mengantuk.
Dulu sering sekali berpikir, "kok bisa ya teman-teman itu menghabiskan novel tebal dalam waktu beberapa jam saja? bagaimana mereka membacanya? "
Saya lebih tertarik jika disuruh bermain dengan laptop atau handphone (HP). Menurut saya lebih seru. Tidak monoton menatap tulisan saja. Namun berisi tulisan, gambar aneka rupa dan warna, musik, maupun video. Selain itu, memang saat itu saya tidak punya waktu untuk membaca.

Saat ini?
Saya seorang ibu rumah tangga yang belum dikaruniai anak. Kegiatan saya, yaa... seperti itulah, sewajarnya seorang ibu rumah tangga. Memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan menunggu suami pulang kerja. Ketika semua pekerjaan telah selesai, saya bisa bermain laptop dan HP. Suami memfasilitasi saya dengan internet unlimited, harapannya supaya saya tidak bosan di rumah. Maklum saja, dulu sebelum pindah, saya dari pagi hingga petang menghabiskan waktu di sekolah. Rumah hanya digunakan untuk istirahat saja. Sekarang, saya hanya diam di rumah. Lama kelamaan saya bosan juga.

Dari hasil berselancar di dunia maya itu, saya menemukan iklan pre order buku "Kisah Hidupku - Andy Noya". Karena saya suka menonton acara "Kick Andy", saya tertarik untuk membaca kisah hidup dari Andy Noya. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya tanggal 12 Agustus 2015 saya mendapatkan buku Andy Noya, lengkap dengan tanda tangan asli dan post cardnya. Seruuu... Dan cukup menginspirasi. Buku ini adalah buku pertama saya sejak pindah, sekaligus buku terlama yang saya selesaikan, yaitu sekitar 1 bulan lamanya.

 

Dua bulan berikutnya saya mulai tertarik untuk membeli buku-buku lain. Hingga akhirnya keterusan. Saya juga menemukan buku yang sesuai dengan tingkat baca saya. Karena saya masih bisa dikatakan amatir dalam urusan membaca buku. Maka saya lebih menyukai buku-buku karangan Tere Liye. Ceritanya beragam, mempunyai nilai-nilai kehidupan, namun disajikan dengan bahasa yang santai mudah dimengerti.
Hampir setiap bulan saya jajan buku. 2-3 buku setiap beli dan pastinya ada buku karangan Tere Liye.

Jumat, 26 Juni 2015

Hijrah

Juni 2015, 1 tahun 8 bulan usia pernikahan kami.
Selama itu pula kami menjalani hubungan jarak jauh.

6 bulan pertama kami lalui dengan jarak Blitar-Malang. Satu minggu sekali kami bisa bertemu. Hanya di akhir pekan. Saya bekerja di sebuah sekolah di Blitar, sedangkan suami bekerja di Malang. Tidak mungkin jika kami harus tinggal bersama. Karena jarak yang terlalu jauh, sedangkan penghasilan kami tidak seberapa. Tenaga dan materi bisa habis hanya untuk di jalan. Kami bersyukur, sambil memikirkan jalan keluar untuk hubungan kami.

Tepat 6 bulan usia pernikahan kami, suami mendapat tawaran pekerjaan di sebuah perusahaan di Jakarta. Tentunya penghasilan di sana lebih baik dari pada hanya bekerja di Malang. Namun hal itu tidak lantas membuat kami senang. Kami harus terpisah oleh jarak yang semakin jauh. Intensitas bertemu pun juga akan lebih kecil. Yaa... Kami bisa bertemu 1 atau 2 bulan sekali. Itupun jika sekolah sedang ujian atau libur panjang. Saya sempatkan menjenguk suami ke Jakarta. Hanya 1 minggu. Itulah waktu terlama kami bertemu. Sering kali ketika diantar ke stasiun untuk kembali ke Blitar, saya meneteskan air mata, bahkan hingga sesegukan. Namun ini yang harus kami jalani. Inilah hidup kami. Kami berkomitmen untuk menjalani hubungan seperti ini hingga keadaan kami lebih baik.
1 tahun 2 bulan, kiranya keadaan lebih baik. Melalui pertimbangan yang sangat berat, saya harus meninggalkan keluarga dan pekerjaan saya di Blitar untuk mengikuti suami ke Jakarta. Tentu ini hal yang tidak mudah. Banyak orang yang menahan saya untuk tidak pergi. Baik dari keluarga maupun dari rekan-rekan di sekolah. Mulai diiming-imingi tambahan jam, maupun jabatan tertentu. Semua itu agar saya tidak meninggalkan sekolah. Saya senang jika itu semua diberikan pada saya, namun itu juga membuat beban saya lebih berat. Penghasilan lebih besar, namun tenaga dan pikiran saya akan semakin terkuras dengan urusan sekolah. Lalu kapan waktu saya bertemu dengan suami? Berbakti kepada suami? Tidak... Terima kasih atas kepercayaan sekolah kepada saya selama ini. Saya harus menentukan masa depan saya. Hidup itu tidak melulu mencari kebahagian dunia. Saya juga ingin mengejar kebahagiaan saya di akhirat kelak. Salah satunya dengan mengikuti suami dan berbakti kepada suami.

Finally, akhir tahun ajaran 2015, saya resmi berhenti dari pekerjaan saya dan pindah ke Jakarta mengikuti suami. Dari sini kami memulai hubungan kami dari awal. Merintis sedikit demi sedikit kebahagian kami. Bukan berarti selama ini kami tidak bahagia. Tapi kami sekarang ingin menggapai kebahagiaan kami yang seutuhnya. :-)