Tab Menu

Kamis, 02 Juni 2016

ProgMil Part 5 - Pemeriksaan Laboratorium dan Hormon

     Pada hari Sabtu, 28 Mei 2016 saya melakukan cek darah di Lab RSIA Sayyidah. Saya dan suami tiba di RS pukul 9 pagi. Sebelumnya melakukan pengambilan darah, saya diwajibkan untuk puasa selama 10 jam, namun masih boleh untuk minum air putih. Setelah dari bagian pendaftaran, kami menuju ke Lab. Setelah perlengkapan selesai disiapkan, maka saya segera dilakukan pengambilan darah. Rencananya saya akan diambil darah sebanyak 4 botol, seperti gambar di bawah ini.
Botol Penampung Darah
     Dari 4 botol itu, 2 botol darah saat puasa dan 2 botol setelah puasa. Masuklah jarum suntik pertama di siku sebelah kanan. NIHIL. Darah sama sekali tidak ada yang keluar. Sampai ngilu, akhirnya dilepas. Ganti ditusukkan jarum kedua ke siku sebelah kiri, yang masih cukup biru karena pengambilan darah minggu lalu. KELUAAARRR... Namun hanya sedikit, mingkin hanya 1/4 botol dan berhenti. Dikatakan darah saya kental, sehingga saya diberi 1 gelas air putih untuk diminum, tujuannya agar darah saya lebih encer. Dengan segala upaya, namun tetap tidak keluar juga. Akhirnya dilepas lagi. Saya diberi lagi 1 gelas air putih. Kemudian dicari lagi pembuluh darah yang besar, namun tetap saja tidak ketemu. Kemudian dicobalah jarum ketiga di pergelangan tangan kanan. Hanya sedikit sekali keluar darahnya, kemudian berhenti lagi. Kali ini cukup nyeri, karena jarum harus digerak-gerakkan. Entah apa maksudnya. 
Pergelangan tangan hasil pengambilan darah yang ketiga
     Kesimpulannya, dengan puasa ini saya jadi semakin kurang minum, sehingga darah saya terlalu kental. Selain itu, saya harus banyak olahraga angkat beban (gak harus seperti di Gym), agar pembuluh darah saya bisa lebih besar, sehingga mudah dalam pengambilan darah.
     Sebenarnya pengambilan darah pertama saya ini tidak sukses. Karena hanya mendapatkan sekitar 1/4 botol. Namun dikarenakan susahnya keluar darah saya, pihak lab mengatakan bahwa darah saya sudah cukup untuk keperluan tes yang pertama ini. Saya langsung disuruh untuk minum segelas air gula yang sangat manis, kemudian diminta untuk puasa lagi selama 2 jam. Selama 2 jam itu saya harus minum air putih sebanyak mungkin agar mempermudah pengambilan darah kedua saya. dalam waktu 2 jam, saya sudah menghabiskan air sekitar 1 liter, yang menyebabkan saya berkali-kali buang air.
     Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba. 2 jam sudah saya menunggu, siap untuk pengambilan darah yang kedua. Semoga kali ini sukses dan lancar. Karena tinggal 1 kemungkinan tempat yang akan digunakan untuk pengambilan darah. Jika tetap saja tidak keluar, saya sudah ditawarkan untuk pengambilan darah di pembuluh kaki, yang katanya itu lebih sakit. Masih diraba-raba untuk memastikan letak pembuluhnya, dan dibilang kecil. Saya harus olahraga kecil dulu sebentar. Kemudian, cuuuuzzz... 1 kali suntikan, langsung keluar dan lancar. Alhamdulillaah....
Sehingga total saya koleksi 4 tusukan jarum di tangan saya, 3 di tangan kanan, dan 1 di tangan kiri.
     Untuk pengambilan hasil, tidak keluar bersamaan. Kata petugas yang menangani saya, untuk hormon AMH lamanya hingga 1 bulan. (saya sempat heran. karena teman-teman saya langsung jadi sore harinya). Akhirnya ditawarkan untuk dikirim via email. Jadi sewaktu-waktu hasilnya sudah jadi, akan dikirim melalui email tersebut. Dan kami mengiyakan.
     Rencananya hari itu saya siangnya langsung konsultasi dengan dr. Indra perihal hasil uji tes Asa saya terhadap sperma suami. Dari tes Asa ini diketahui bahwa Asa saya sangat tinggi yaitu 1:65536 yang kemudian disarankan untuk terapi PLI sebanyak 3x. Namun konsultasi itu urung kami lakukan, karena kami ingin semua tes kami lalui terlebih dahulu. Karena dikhawatirkan, jika kami sudah terlanjur terapi PLI dan tes-tes saya di dr. Marly belum selesai, kemudian diketahui masalah-masalah lain, terapi saya itu sia-sia. Jadi kami memutuskan untuk merampungkan tes-tes saya dulu di dr. Marly untuk memastikan kondisi rahim saya. Jika fix sehat, berarti permasalahannya hanya pada Asa saya, dan bisa lanjut terapi PLI.
Berikut ini hasil tes Asa saya:
Hasil Uji Kemampuan Adaptasi Spermatozoa
(Survival test of Sperma)
Hasil Pemeriksaan Antibodi Anti Sperma (ASA)
Dan berikut rincian tes darah yang saya lakukan:
1. AMH: Rp 750.000
2. Anatest: Rp 570.000
3. Cholesterol HDL: Rp 90.000
4. Cholesterol LDL: Rp 90.000
5. Cholesterol Total: Rp 85.000
6. Prolaktin Perempuan: Rp 310.000
7. Trigliserida: Rp 80.000
8. TTGO: Rp 105.000
     Dari rincian biaya di atas, saya cukup lega karena tidak semahal teman saya referensikan. Namun saya juga cukup khawatir, apakah hasilnya nanti sesuai dengan dr. Marly minta. Mengingat kata teman saya, untuk resistensi insulin dilakukan pengambilan darah sebanyak 3x. Sedangkan saya hanya 2x. (positive thinking saja)

     Daaaan.. kemarin.. Saat suami pulang, dia mengatakan bahwa hasil lab saya sudah dikirim ke email suami. Kok bisa? katanya 1 bulan. Kata suami, pihak sana salah dan mereka minta maaf. Ternyata tidak sampai 1 bulan seperti yang mereka sampaikan kemarin. Berikut ini hasil lab darah saya:


     Cukup mencengangkan dan membuat saya shock. Karena Cholesterol saya sangat tinggi. Bahkan lebih tinggi dibanding Cholesterol suami. Berarti saya harus benar-benar merubah pola makan saya. Tidak boleh lagi mengkonsumsi lemak-lemak.. :-(
Dan seperti dugaan saya kemarin, bahwa hasil tampilan resistensi insulin saya tidak sesuai dengan tampilan resistensi insulin di tempat-tempat lain. Yang saya tahu, hasil resistensi insulin itu menampilkan:
1. Glukosa (a. puasa, b. 1 jam minum glukosa, c. 2 jam minum glukosa); 
2. Insulin (a. puasa, b. 2 jam). 
Mengapa punya saya hanya tampil Glukosa puasa dan Glukosa 2 jam PP? dimana hasil insulin saya? atau saya yang tidak paham? Yang jelas, yang ditampilkan berbeda dengan hasil di tempat-tempat lain. Saya akan konfirmasi ulang ke RS tersebut. Saya tidak mau jika nanti ketika konsultasi di dr. Marly, saya harus mengulang tes lagi dikarenakan hasil yang ditampilkan tidak sesuai dengan yang diminta.

Demikian cerita Progmil saya kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Nantikan cerita Progmil saya berikutnya. Semoga sukseees...

1 komentar:

  1. Semangat terus mba..
    Kita sama terus berjuang utk punya buah hatii. 😊
    Smoga akan segera tiba masanya,,

    BalasHapus