Tab Menu

Minggu, 18 September 2016

Cerita Kehamilan Part 2 - Janin Tidak Berkembang

     Sejak 3 hari terakhir, saya mengalami flek. Awalnya hanya kekuningan, lama-lama semakin kecoklatan. Karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya saya dan suami segera pergi ke dokter. Kami tidak lagi ke RS KMC, dikarenakan jika kita ingin periksa ke KMC harus melakukan perjanjian dulu dan dokter hanya dibatasi 10 pasien. Jadi karena saya belum melakukan perjanjian, kami memutuskan untuk datang ke RS JMC, kita bisa kapan saja datang, selama ada dokter praktik.
     Di JMC, saya memilih untuk bertemu dengan Dr. Mariza, SpOG. Beliau sabar, keibuan dan menjawab semua pertanyaan kami dengan baik, namun ada satu hal yang kurang berkenan, nanti akan saya ceritakan. Saya katakan pada dokter bahwa saya sudah 3 hari mengalami flek. Seperti dokter-dokter yang lain saya selalu ditanya kapan terakhir haid. Berdasarkan perhitungan terakhir haid, kehamilan saya masuk 10 minggu, namun jika mengacu pada pemeriksaan dengan Dr. Dwi sebelumnya, kehamilan saya baru masuk 8 minggu. Kemudian dokter meminta saya bersedia di USG.
     Dengan USG perut ini, terlihat bakal janin saya. Namun dikatakan tidak terlalu jelas. Kemudian saya diminta untuk USG Transvagina. Dari situ bakal janin saya terlihat jelas. Namun ada sedikit masalah. Jika seharusnya usia kehamilan saya 8 minggu, maka seharusnya sudah tampak detak jantung janin. Namun dari hasil USG ini belum tampak detak jantungnya. Sedangkan dari ukuran kantong dan bakal janin, dokter mengatakan masih berusia 5 minggu. Pertanyaan saya, kok bisa? kan dari periksa sebelumnya sudah berjarak 4 minggu, kenapa hanya bertambah 1 minggu saja. Dokter juga tanya apakah haid saya tidak teratur? Dikatakan itu juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.
CRL (ukuran janin) 0,76 cm
    Dokter juga mengatakan, bisa jadi janin saya tidak berkembang. Itu yang saya tidak suka. Saya diminta untuk kembali kontrol minggu depan untuk mengetahui perkembangannya. Minggu depan, ukuran janin saya harus sudah lebih besar dan tampak detak jantungnya. Jika tidak, berarti benar janin saya tidak berkembang dan tentunya harus dikuret agar tidak menimbulkan masalah baru. Saat itu juga saya merasa down. Seharusnya saya senang karena kehamilan saya masuk usia 8 minggu, tapi ternyata janin saya masih tetap berusia 5 minggu. Apa yang salah?
     Dikatakan oleh dokter, kemungkinan saat terjadi pembuahan, sperma dan sel telur kami yang bertemu adalah bibit yang kurang baik, sehingga bisa menimbulkan janin tidak berkembang, atau juga karena kromosom kami. (Jika ingin tahu penjelasan tentang janin tidak berkembang bisa baca di sini) Saya hanya dianjurkan untuk mengkonsumsi obat penguat rahim dan asam folat, agar tetap menjaga kehamilan saya. Kemudian kami pulang dengan perasaan yang cukup terpukul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar