Tab Menu

Rabu, 08 Maret 2017

Awas Sakit Kepala Berulang

     Sering sakit kepala? Jangan anggap enteng. Kenali jenis sakit kepala Anda dan pastikan Anda mendapatkan perawatan yang tepat.

Sakit kepala
Source: http://obatsakitkepala.org/
     Sakit kepala merupakan keluhan kesehatan yang sering dialami oleh setiap orang, tanpa mengenal batasan usia maupun gender. Obat penghilang rasa nyeri kepala pun dijual bebas dan dapat dikonsumsi jika terjadi keluhan. Namun sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi obat sakit kepala yang dijual bebas, kenali gejala dan penyebab sakit kepala Anda, terlebih jika yang Anda alami merupakan sakit kepala berulang. Berikut penjelasan dari dokter spesialis saraf OMNI Hospital Pulomas, dr. Zicky Yombana, Sp.S.

"Sakit kepala dan pusing itu berbeda"

Sakit Kepala VS Pusing
     Banyak orang menggunakan kata sakit kepala dan pusing untuk menggambarkan keeluhan di kepala. Padahal sakit kepala dan pusing itu berbeda. "Sakit kepala biasanya adalah rasa kepala seperti diikat kencang atau gambaran mudahnya seperti cenut-cenut dan ditekan. Sementara pusing merupakan gambaran sekeliling tampak berputar dan goyang. Sangat penting untuk mengetahui gejala yang dirasakan pasien untuk mendapatkan treatment yang tepat." demikian penjelasan dr. Zicky Yombana, Sp.S.

Jenis Sakit Kepala
     Sakit kepala dibagi dua, primer (tidak bahaya dan sering) dan sakit kepala sekunder (sakit kepala bahaya), seperti berikut ini:
  1. Nyeri kepala tipe tegang. Sering terjadi pada wanita dengan gejala nyeri mulai tengkuk, kepala sampai alis. hal umumnya disebabkan oleh syaraf kejepit atau otot tegang.
  2. Migren. Ditandai oleh rasa sakit kepala berdenyut dengan rasa sakit yang berlangsung selama 4-72 jam. Migren bisa hadir karena faktor genetis, maupun dipicu oleh makanan (cokelat, vetsin, keju, dll).
  3. Cluster. Sering menimpa pada pria. Rasa khas nyeri kepala yang berkelompok dan biasanya muncul di waktu yang sama secara berulang, ditandai dengan mata merah dan berair yang disebabkan oleh kekurangan oksigen.
  4. Sakit kepala sekunder. Merupakan sakit kepala kronik progresif disertai adanya gejala lain. Sakit kepala jenis ini merupakan alarm tubuh sebagai gejalaa yang disebabkan oleh penyakit lain seperti tumor otak, infeksi otak atau pendarahan otak. Perlu waspada jika, rasa sakit yang dirasakan kian hari kian berat, penderita dapat terbangun dari tidur karena rasa sakit dan konsumsi obat penghilang rasa nyeri yang terus bertambah jumlahnya, sakit diperberat dengan batuk, bersin dan mengejan.

Penyebab Sakit Kepala
     "Penyebab sakit kepala bisa sangat beragam, dari mulai pola makan, kurang olahraga, psikologis sampai resiko penyakit berat. Harus diwaspadai jika sakit kepala berulang dan tingkat sakit semakin parah, hal ini bisa menjadi alarm ada yang salah dan harus diperiksa lebih lanjut." tutur dr. Zicky Yombana, Sp.S.

Cegah Sakit Kepala
Agar sakit kepala berulang tidak terulang lagi, cermati beberapa hal berikut:
  • Perbaiki posisi tidur. Gunakan cukup satu bantal dan pakai dari bagian bahu.
  • Lakukan olahraga rutin terutama stretching pada daerah bahu untuk menghindari tension headache.
  • Jangan menggunakan tas pada satu bagian bahu saja dalam waktu yang lama, lebih baik gunakan tas ransel.
  • Perbaiki posisi duduk saat bekerja terutama di depan layar komputer.
  • Jika terlalu lama duduk, cobalah untuk berdiri dan lakukan aktivitas lain minimal satu jam sekali.
  • Sakit kepala sering dipicu karena kurang oksigen, perbanyak minum dam makan makanan yang kaya nutrisi zat besi untuk membantu transportasi oksigen ke otak.

"Jika sakit kepala berulang dan tingkat sakit semakin parah, hal ini bisa menjadi alarm ada yang salah dan harus diperiksa lebih lanjut." dr. Zicky Yombana, Sp.S


Source: OMNI Magazine by OMNI Hospital Group, Edisi Januari 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar